Jumat, 30 Juni 2017

Meninggal Dunia Dalam Keadaan Sujud di Bulan Ramadan

Meninggal Dunia Dalam Keadaan Sujud di Bulan Ramadan

Baca Juga

Halo... Teman Teman semua.. bagaimana kabarnya hari ini ? mudah mudahan semua nya sehat ya... aamiin, ok kali ini KHT akan memberikan sebuah informasi mengenai "Meninggal Dunia Dalam Keadaan Sujud di Bulan Ramadan", Silahkan baca selengkapnya dibawah ini ya.. Dan Jangan Lupa Di Share ya..




Di 10 malam terakhir Ramadan lalu, tepatnya pada malam ganjil ke-25, seorang pria Malaysia ditemukan telah meninggal dunia dalam keadaan sujud dan berzikir menunggu waktu Subuh.

Pria yang meninggal itu merupakan warga Pandamaran Jaya, Klang bernama Yaacob Che Teh. Pria berusia 61 tahun itu ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri oleh istrinya di ruang sholat keluarga.

Menurut anaknya, Mohd Faisal Yaacob, 29 tahun, dia sempat melihat ayahnya di ruang shalat ketika bangun untuk bersahur. Saat itu, dia melihat ayahnya sedang berzikir di atas sajadah menunggu waktu Subuh.


" Itu memang kebiasaannya ketika menunggu waktu Subuh sebelum ke masjid," kata Faisal.

Dia tidak melihat hal-hal aneh ketika itu. Setelah sahur, dia sekali lagi menengok ayahnya di ruang shalat yang terlihat seperti tidur dalam keadaan bersujud.

" Mungkin ayah kecapekan, jadi saya biarkan dia tidur begitu tanpa membangunkannya," tambah Faisal.




Berperilaku Aneh Sebelum Meninggal

Yaacob ditemukan tidak sadarkan diri oleh istrinya yang mencoba membangunkannya dari tidur bersujud di atas sajadah. Faisal mengatakan ibunya merasa heran mengapa ayahnya masih belum ke masjid meskipun sudah jam 5 lebih.

Biasanya, jam begitu ayahnya sudah di masjid. Ibunya kemudian membangunkannya ayahnya, namun ternyata sudah tidak sadarkan diri. Faisal kemudian melakukan CPR sebelum membawa ayahnya ke rumah sakit.


" Tapi waktu saya angkat dan memeluknya, dahi dan badannya sudah dingin," jelas Faisal.

Ayahnya kemudian dinyatakan meninggal dunia pada jam 5.45 pagi di Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, Klang. Faisal kemudian teringat perilaku sedikit aneh dari ayahnya seminggu sebelum meninggal.

" Ayah memeluk dan menggendong cucunya sambil dibawa berjalan-jalan. Ayah tidak biasa memanjakan cucu begitu," kata Faisal.

Menurut anak keempat dari tujuh bersaudara itu, 2-3 hari sebelum kematian, ayahnya makan dengan porsi yang sedikit ketika berbuka dan sahur.

" Semakin hari semakin sedikit Ayah makan meski seharian penuh berpuasa," kata Faisal.

" Selain itu, Ayah juga menyebut tentang Husnul Khatimah (akhir yang baik) setelah menonton tazkirah di televisi minggu lalu."

Ketika itu, ayahnya mengeluh bagaimana kematiannya nanti, seperti memberi sinyal bahwa hari pengakhirannya hampir tiba.

" Alhamdulillah, saya saksikan sendiri bagaimana mudah dan tenangnya Ayah pergi. Ayah sedang berzikir menunggu Subuh dan dalam keadaan bersujud di atas sajadah. Insya Allah, Ayah pergi dengan baik," ujar Faisal dengan tenang dan senyum meskipun matanya masih berkaca-kaca.

Sementara itu, menurut imam Masjid Ar-Rahman Pandamaran Jaya, Muhamad Hakimi Hussain, almarhum selalu sholat jamaah di masjid.

" Biasanya dia datang lebih awal di masjid dari yang lain. Termasuk juga di acara pengajian," kata Hakimi yang juga sahabat Yaacob.

Yaacob menyarankan Faisal untuk mengikuti jejak ayahnya yang selalu mengamalkan sholat jamaah di masjid.


Sumber : Dream.co.id
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Related Posts

Meninggal Dunia Dalam Keadaan Sujud di Bulan Ramadan
4/ 5
Oleh